Hubungan dua arah

24 11 2009

Apa coba?, Hihihi…., tau deh bagaimana diriku mengungkapkannya kepada dirimu sekaliyan😀. Niatnya mau curhat nih, sekaliyan discuss dengan kalian2 semua. Maksudnya gini, Dalam sebuah hubungan antara dua orang, entah itu sekedar hubungan persahabatan, kekasih, ataupun dalam sebuah rumah tangga. Tapi aku nggak mau bahas yang terakhir, soalnya belum ngerasain.🙂

Agak susah memang untuk cukup mengerti dan meng-aplikasi-kannya dalam kehidupan kita. Hal itu karena seringkali kepentok hal yang paling mendasar dalam diri kita yaitu ego, yang hubungannya adalah dengan egois dan egoisme. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia online (KBBI online) artinya :

  • ego /égo/ n Psi 1 aku; diri pribadi; 2 rasa sadar akan diri sendiri; 3 konsepsi individu tt dirinya sendiri
  • ego·is /égois/ n 1 Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; 2 Fil penganut teori egoisme;
  • ego·is·me /égoisme/ n 1 Psi tingkah laku yg didasarkan atas dorongan untuk keuntungan diri sendiri dp untuk kesejahteraan orang lain; 2 Fil teori yg mengemukakan bahwa segala perbuatan atau tindakan selalu disebabkan oleh keinginan untuk menguntungkan diri sendiri

Yah, itu sekedar info saja. Karena hal2 tersebut yang seringkali mengesampingkan “dua arah” -nya hubungan dengan seseorang. Tapi faktor yang lebih besar seseorang mengesampingkan ego-nya adalah dalam hubungan pertemanan atau persahabatan. Dalam hal persahabatan, hubungan dua arah lebih sering terkontrol karena rasa solidaritas kepada teman, karena rasa peduli kita.

Lain halnya dalam hubungan percintaan, kekasih, pacar atau apalah. Hal ini seringkali begitu njomplang (it’s mean, gak seimbang :D). Biasanya si cowok lebih mati2an untuk ngertiin  ceweknya, meskipun ada pula yang sebaliknya. Dan si cewek yang ngerasa dikejar-kejar, dipuja-puja-puja, dingertiin, diperhatikan seringkali bukannya menge-rem egonya, tapi justru malah menjadi-jadi (biasanya ditambah sikap manja si cewek). Dan jarang sekali aku mendapati yang kedua-duanya (survey dari temen2ku dan aku pribadi) yang seimbang, yang benar2 mengerti dan memahami hubungan dua arah disini.

Mungkin sudah ditakdirkan kali yah. Hal ini karena mungkin cowok lebih bertindak dengan logika dan cewek lebih ke perasaan. Dan mungkin hal tersebut akan menjadi hubungan dua arah yang seimbang dan harmonis ketika menuju ke jenjang perkawinan. Mungkin, soalnya aku belum pernah, sangat dan ingin segera menikah. Agar tak ada lagi MissKom, agar menjadi Seimbang dan harmonis. Semoga. Amin😀


Actions

Information

12 responses

24 11 2009
yangputri

lho hubungan dua arah itu bukannya arus pendek dan arus panjang..????
*gak nyambung*

24 11 2009
syelviapoe3

*yang kedua*

menurut sy…
komunikasi itu urusan yang “luar biasa” penting..
Jadi jika kita mempunyai ego,*well, setiap kita tentulah punya ego, ya.. :D* adalah amat perlu kita mengkomunikasikan ego kita….

Dalam sebuah komunitas, grup ato apa pun itu yang terdiri dari dua orang ato lebih…adalah sangat penting “berkomunikasi”….Karena selalu ada berbagai kepentingan yang berbicara , bahkan dalam mencapai satu tujuan…

24 11 2009
the riza de kasela

Emang kalo dah nikah pasti gak ada MissKom?
______________________________________________
Tidak menolak kunjungan Anda ke blog saia yang lain di http://rizaherbal.wordpress.com/

25 11 2009
JakaPrasetya

Nggak juga sih kang. kembali lagi ke masing2 pribadi, tiap orang kan punya persepsi dan sudut pandang masing2. setidaknya misskomnya bisa lebih terkontrol dengan status tersebut (Menikah -red).😀

24 11 2009
iLLa

Sayah setuju kalo “cowok lebih bertindak dengan logika dan cewek lebih ke perasaan” walopun ada juga kasus yg gak seperti itu, tapi sebagian besar lah…
tapi agak sepakat ga sepakat kalo bilang cuman cewe yg slalu mw dimengerti, yg semakin “menjadi-jadi”. ddih… cowo juga kek gitu kalee, suka ngelunjak, hehe… *piss*
apapun, saling pengertian memang menjadi kemestian, supaya ga ada miskomunikasi🙂

24 11 2009
ismi

dalam sebuah pernikahan, komunikasi itu amat sangat sangat diperlukan dan puenting!!! mengendalikan ego juga salah satunya. bukan berarti mengendalikan ego kita itu sama dengan kita kalah.
kan ada tuh org yang merasa “kalah” karena “keinginannya” atau bahkan sbenarnya patut disebut egonya, ga tercapai.

24 11 2009
miawruu

ego itu menurut mia sifat alamiah manusia. Tanpa ego, kita ga akan mencintai diri kita shg kalo kita mencintai diri kita tentu kita akan menjaga dan merawat diri kita sebaik2nya.. Cuma, segala sesuatu jika berlebihan ga akan baik. Ego jika berlebihan maka akan merugikan orang lain bahkan diri kita sendiri. Sama kayak cinta, jika berlebihan juga ga baik. Malah akan menjerumuskan ke hal2 yg negatif. Soo, intinya, jika masih dalam tahap kewajaran, segala sesuatu bisa berjalan harmonis kok. Jgn berlebihan terhadap sesuatu hal

25 11 2009
NgeBlogViaPONSEL

Neh penting.
HIDUP PUNYA TUJUAN.
SETIAP TUJUAN ADA BANYAK JALAN.
DAN SETIAP JALAN ADA MAKNA.
HANYA SATU YANG PASTI. SETIAP YANG HIDUP PASTI MATI Kecuali ALLAH SWT

25 11 2009
tary si lempah kuning

kalau hubungan 3 arah gimana lagi tuch, heheheh

25 11 2009
oelil

Bener mas
Di tengah2 logika dan perasaan itu tentunya ada alat yg namanya ego kontrol…

26 11 2009
Ifa

Ego asal bisa di manaje dengan baik ya.. ndak terlalu masalah, menjadi masalah ketika kita tidak menghormati ego satu sama lain.. atau selalu mengikuti ego sendiri tanpa peduli dengan ego perasaan pasangan

28 12 2009
fauzikun

klo menurut sayah sih, yang penting saling percaya😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: