Kabeh Ki Nganggo Iromo

6 10 2009

Seperti itu kira-kira yang aku tangkap dan masih aku ingat benar apa yang temanku katakan untuk meyakinkanku maupun dirinya. Bagi yang nggak tahu, artinya sama dengan “Semua itu Pake Irama”.  Jawaban itu seringkali terlontar diiringi dengan senyum pada akhir obrolan malam kami. Kami sering menghabiskan waktu malam dengan satu atau dua gelas kopi dan berbatang-batang rokok untuk sekedar ngobrol ngalor-ngidul. Pembicaraan kami nggak jauh-jauh dari perjalanan hidup kami masing-masing. Mulai dari cerita kuliah, percintaan, keluarga, sampai ngomongin teman masing-masing.

Acong, Congek, Panut atau panggilan lain yang aku tak tahu. Berawal dari teman satu kos semasa kuliah dulu. Rasanya tak ada hal yang bisa menyatukan kami dalam kondisi mengantuk seperti apapun di tengah malam menjelang pagi kecuali berbatang-batang rokok dan kopi. Yah, dengan diselingi obrolan2 seperti yang aku bilang di awal tentunya. Whatever lah, He’s My Gud Friend😀.

Simpel tapi mengena, kira-kira seperti itu. Memang hal yang paling susah bagi manusia adalah mengendalikan hawa nafsunya. Jadi, nggak tahu dari mana kata-kata itu bermula. Yang jelas, semua proses kehidupan yang kita alami mesti kita jalani apa adanya, bertawakkal kepada-Nya tanpa sedikitpun mengurangi usaha kita untuk mau berubah. Ya, semuanya sudah digariskan, semuanya sudah dituliskan, semua itu pake irama, Kabeh ki nganggo iromo.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: