Hampir setiap hari saya berkendara dengan sepeda motor. Karena memang itulah alat transportasi yang saya pakai sehari-hari untuk bekerja maupun berkunjung ke suatu tempat. Dan dalam pengalaman berkendara pula, saya sering menjumpai 2 hal yang terkesan paling sering di/ter-abaikan oleh pengendara motor.
1. Spion

Kenyataan yang sering saya temukan di jalanan adalah tidak berfungsinya spion sebagaimana mestinya. Ada kenyataan dimana mereka para pengendara motor mengabaikan untuk memasang spion. Padahal menurut UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bagi pihak yang kedapatan berkendara tanpa kaca spion, akan dikenakan sanksi berupa denda maksimal Rp250 ribu. Ada pula kenyataan dimana spion yang terpasang cuma sebagai penghindar hal diatas sehingga terkesan cuma sebagai pemanis atau pajangan belaka. Dan yang lebih parah adalah tidak berguna sebagaimana mestinya. Karena yang paling sering saya jumpai adalah pengendara motor dengan spion lengkap tetapi lebih menyukai menengok kebelakang daripada memfungsikan spionnya.
Padahal secara fungsi, spion digunakan sebagai alat pengintai -sesuai dengan kata dasar “spy” yang menjadi kata serapan sehingga tersebut lah menjadi spion
. atau untuk melihat keadaan lalu lintas yang ada di belakang kita, ataupun untuk melihat kebelakang pada saat akan membelok/pindah lajur lalu lintas. Sebenarnya sangatlah penting selama berkendara untuk melihat kaca spion setiap 5 sampai 8 detik (source).
Jadi, bagi anda para pengendara motor, pasanglah kaca spion lengkap dan gunakan sebagaimana fungsinya demi keselamatan anda dan pengendara lain.
2. Lampu Riting atau lampu Sein

Lampu sein bisa dikatakan sebagai salah satu alat komunikasi kita dengan pengendara lain ketika dijalan. Sebagai alat komunikasi tentu saja kita tidak boleh salah menggunakannya karena dampaknya adalah persepsi atau asumsi yang keliru dari lawan “bicara” kita. Hal inilah yang sering saya temui ketika berkendara, yaitu tidak menyalakan lampu sein ketika belok, lupa mematikan lampu sein, dan memberikan sinyal berlawanan (menyalakan lampu sein kiri tetapi belok kekanan)
Tidak menyalakan lampu sein saat akan berbelok. Tentu saja pengendara di belakang anda tidak dapat mengantisipasi jika anda tiba-tiba berbelok. Untuk amannya adalah nyalakan lampu sein 3 detik sebelum berbelok tetapi apabila dalam rentang waktu tersebut anda melewati persimpangan selain yang akan anda tuju, akan lebih baik bila kita menyalakan lampu sein setelah persimpangan tersebut. Hal ini untuk menghindari persepsi yang keliru dari pengguna jalan yang lain.
Lupa mematikan lampu sein setelah berbelok. Bila ini kita lakukan, pengendara yang lain pasti berpikir bahwa anda akan berbelok atau berpindah lajur, padahal anda lurus-lurus aja. Hampir semua mobil yang saya tahu sudah otomatis mematikan lampu sein setelah selesai berbelok (kecuali yang rusak ). Sedangkan untuk motor, anda bisa menemuinya pada Bajaj Pulsar yang mempunyai sistem otomatis seperti mobil, diamana setelah berbelok, lampu sein akan mati. Untuk motor jaman dulu, beberapa nyala lampu sein dilengkapi dengan bunyi yang cukup keras, untuk mengingatkan kita, bahwa lampu sein dalam kondisi menyala. Sedangkan motor yang lain hanya mengandalkan display lampu di area speedometer. Jadikan kebiasaan kita untuk melihat speedometer setelah berbelok atau menekan switch lampu sein. Hal harus dilatih.
Menyalakan lampu sein kanan saat akan berbelok kekiri atau sebaliknya. Ini merupakan kesalahan yang sering terjadi juga. Biasanya karena lupa mematikan lampu sein dalam tikungan sebelumnya atau anda berada dalam kondisi yang membingungkan, apakah harus ke kanan atau ke kiri. Bila terjadi secara cepat atau tiba-tiba, tentu saja akan menimbulkan persepsi yang salah oleh pengendara yang lain.
Bertindak aman hanya dari lampu sein karena salah komunikasi dapat berakibat salah tindakan dan berpotensi terjadinya kecelakaan.(source)
BeSafeOnTheRoad

oh iya nambahin mas…kadangkala ada lo pengendara yang ber hape ria saat mengendara… dari temanku pernah dia ngeliat sang pengendara yang sedang sms…alhasil dia nabrak deh….salam …
makasih tambahannya om
kalo ketemu yang model begituan biasanya langsung saya tegor ditempat
hadeuuh.
*ngomong apa sih*
tapi untung banyak juga yang termasuk orang-orang yang sadar
untung ortuku masih merhatiin itu …. *itu apa sih*
wuii baru tau kalo om jek sekarang concery ke safety ride
mantabh om
jangan lupa pake helm nya
wah.. temenku pernah kecelakaan karena di motornya ga pake spion..
pengalaman sendiri tuh,
tempo hari suami pake spion yang cuma asesoris,
nah pas di jalan yg padat, susah ‘kan ngeliat ke belakang,
yang ada istrinya jadi ngomel panjang lebar deh
untung suami bisa nerima, besoknya langsung pasang spion yang engga fancy itu, emang lebih besar sih, tp gpp dong biar aman ini
emang perlu kesadaran masing-masing orang untuk menjaga keselamatan diri sendiri terlebih dulu.
Ane sih termasuk pengendara tertib n lengkap, cuma kadang lupa liat spion,wkwkwkw cuma yang bikin bete tu kalo ada pengendara motor yang asik ber sms ria sambil berkendara